MENULIS CERPEN
Cerpen "Saat Maut Batal Menjemput", Cerpen Radhar Panca Dahana (Kompas, 12 Maret 2017), di dalam cerpen tersebut pengarang menggunakan bahasa kiasan yang sering digunakan sehari-hari Meskipun menggunakan bahasa kiasan adu yang sulit di pahami tetapi relatif sedikit, lebih sering mengunakan bahasa sehari- hari. Pengarang membuat kata-kata tersebut disusun dengan kompleks dan menarik sehingga pembaca tidak merasa bosan untuk membacanya. Walaupun bahasa yang digunakan dalam cerpen ini susah dipahami oleh pembacanya, namun makna yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat diserap oleh pembaca.
Dalam cerpen "Saat Maut Batal Menjemput" pengarang mencoba untuk menjelaskan mengenai psikologi seorang suami yang kosong karena menikah dengan wanita yang dominan dalam keluarga. Dominasi dari istri tersebut merenggut pandangannya mengenai perempuan. Sehingga dia melupakan rasanya menjadi dominan sebagai seorang pria yang seharusnya menjadi kepala keluarga. Dalam keluarganya, sang istri yang memberikan pekerjaan kepadanya, bila ia bertikaian dengan istrinya, maka istrinya akan ngambek sampai mreka kembali berdamai.
Ceritanya dimulai dengan sang suami ini yang sedang bermimpi, bermimpi mengenai kekosongan dan ketidakpekaan dirinya akibat dominasi istrinya. Di dalam mimpinya ia bertemu dengan wanita ideal yang bernama Eva yang menunjukan bagaimana sebenarnya menjadi yang dominan dalam relasi. Namun karena ditampar istrinya, iapun bangun dan kembali melihat ke kehidupan nyata dimana ia masih didominasi istrinya.
Cerita ini secara uniknya menceritakan mengenai kehidupan yang ideal dimana dengan uang pun hidup tetap menjadi sengsara. Walaupun sudah menikah dan memiliki keluarga, sepertinya masalah tetap saja datang, masalah seperti ini unik karena jarang terjadi di masyarakat, biasanya, laki laki yang lebih dominan dalam keluarga. Namun, memang ada beberapa situasi dimana sang istri lebih dominan daripada suami. biasanya hal ini terjadi dalam keluarga yang keluarga wanita merupakan konglomerat sedangkan pria merupakan pria normal.
Cinta yang dialami oleh suami sepertinya terlihat semu yang mengakibatkan ketidakpuasan. Dalam mimpi suami cinta yang asli dapat diilustrasikan dalam percakapan antara tokoh "aku" dan tokoh "Eva" dimana tokoh "Eva" merupakan tokoh perempuan yang ideal, hangat dan juga memahami dirinya. Namun ideal bukan berarti kenyataan, sepertipada kenyataan dalam bumi ini, tidak ada yang ideal, kecuali dalam teori yang membuat kita tersenyum. Walaupun seperti itu, sang suami tertap menjalankan kehidupan sehari harinya, walaupun dengan hati yang kosong.
Cerpen "Saat Maut Batal Menjemput" adalah cerpen yang menceritakan mengenai mimpi seorang suami dengan kehidupan nyatanya, pada dasamya kehidupan nyatanya membuat suami merasa kosong, hidup orang itu terlihat kosong dibandingkan dengan cerpen "Paman Klungsu Dengan Kuasa Pluitnya" yang tokoh utamanya tetap bekerja sepenuh hati, walaupun kenyataan kurang mendukungnya. Dari kedua cerita ini kita bisa melihat pandangan idealisme masing, masing, tapi perbedaan sikap dalam menghadapi kenyataan yang terlihat berbeda.
Penulis : Radhar Panca Dahana.

Comments
Post a Comment